Setahun terakhir gue dapet pertanyaan yang sama, bolak-balik, dari hampir setiap temen.
Lo lagi masuk apa sekarang?
Jawaban gue selalu sama: nggak masuk apa-apa. Cash.
Mereka biasanya ngira gue lagi takut. Atau lagi miskin. Atau lagi nggak punya nyali balik ke market.
Sebenernya nggak satupun dari itu. Gue cuma lagi nunggu. Tapi "nunggu" itu jawaban yang nggak masuk ke kepala kebanyakan orang yang nanyain, karena di dunia trader Twitter, nunggu sama dengan kalah.
Padahal nggak ada hubungannya.
Setahun lalu gue keluar dari semua posisi. Bukan stop loss. Bukan rebalancing. Bukan pivot ke aset lain. Semua jual. Semua jadi cash di tabungan biasa.
Jujur, sebagian besar karena trauma. Gue bangkrut tiga kali dalam empat tahun. Tiap kali yang ngalahin gue bukan market, tapi otak gue sendiri yang nggak bisa duduk diem. Setelah yang ketiga, gue putusin: kalau gue nggak bisa percaya otak gue, gue mending nggak ngasih dia mainan.
Gue jual semua. Pindahin ke deposito. Buka Notion baru namanya "Apa yang berubah pas gue keluar."
Yang gue catet di sana selama tiga bulan pertama:
Bulan pertama, gue masih buka aplikasi saham gue sehari empat-lima kali. Kebiasaan. Buka, liat angkanya kosong (gue udah keluar semua), tutup. Tiga puluh detik, tapi muncul tiap dua jam. Otak gue belum nerima.
Bulan kedua, gue buka mungkin sekali sehari. Tiap kali sambil sadar gue nggak punya alasan buka, kayak lo masih ngecek hp pas notifikasinya udah dimute.
Bulan ketiga, gue lupa buka. Beneran lupa. Itu mungkin pertama kalinya dalam lima tahun gue nggak ngecek harga sebelum brush teeth.
Yang masuk di P&L gue selama tiga bulan itu: nol. Yang masuk di tidur gue: jam yang dulu hilang sekarang balik. Yang masuk di fokus kerja gue: gue bangun Pang dengan kecepatan yang nggak pernah gue raih sebelumnya.
Itu yang nggak ada di buku trading. Bukan karena nggak ada yang tau. Tapi karena kalau lo udah punya posisi, lo nggak bisa beneran ngerasain apa yang lo lewatin sampai lo cabut.
Yang sering temen-temen gue bilang: Tapi lo wasting money ke inflasi. Cash itu turun nilainya tiap bulan.
Iya. Bener. Cash gue turun mungkin 4% setahun karena inflasi.
Tapi gue overtrading tahun-tahun sebelumnya, dan gue inget berapa yang gue rugi tiap kali gue masuk-keluar terlalu cepat. Bukan dari fees aja. Dari pajak transaksi, dari spread bid-ask, dari posisi yang gue jual paksa karena butuh cash. Kalau gue jujur sama diri sendiri, gue rugi 15-20% setahun dari overtrading. Inflasi 4% itu murah dibanding biaya gue nggak bisa diem.
Kadang yang paling boros itu bukan loss yang besar. Kadang yang paling boros itu tax kecil yang lo bayar terus-terusan tanpa sadar.
Buffett pernah bilang investing itu voting machine di short run, weighing machine di long run. Yang sering disalahartiin: kebanyakan trader kira maksudnya "aktif terus, supaya nggak ketinggalan." Padahal yang Buffett kayaknya maksud: pasif pas nothing makes sense, agresif pas everything makes sense.
Dua hal yang beda.
Setahun terakhir, buat gue nothing makes sense. Bukan karena gue prediksi market bakal jatoh. Karena gue tau gue nggak tau. Dan pas lo nggak tau, posisi terbaik kadang nggak punya posisi.
Itu bukan ketakutan. Itu kejujuran soal batasan diri.
Yang gue tunggu sebelum balik? Bukan harga tertentu. Gue udah nyerah prediksi market.
Tiga hal subjektif aja:
Buffer setahun ke depan udah aman, dari sumber cash beneran. Bukan diuangin dari posisi yang lagi merah.
Tesis-nya jernih, bukan FOMO. Kalau gue masuk karena "duh udah rally banget, takut ketinggalan," itu bukan tesis. Itu kecemasan ditranslate jadi keputusan keuangan.
Ukurannya bener. Posisi yang kalau ilang besok, gue nggak ngecek hp dengan rasa mual.
Sampai ketiganya ada, cash.
Gue tau ini bakal kedengeran ke beberapa orang kayak "BRZK udah males." Mungkin. Tapi gue lebih milih kedengeran males ke orang yang nggak tau hidup gue, daripada bangkrut yang keempat kali.
Buat lo yang lagi baca ini sambil mikirin posisi lo yang lagi merah, gue nggak mau ngasih saran. Gue nggak tau kondisi lo. Tapi gue mau nawarin satu pertanyaan yang bantu gue setahun lalu pas gue masih nahan posisi yang gue tau harusnya udah lepas:
Kalau lo nggak punya posisi ini sekarang, lo bakal masuk hari ini, dengan harga ini, dengan ukuran ini?
Kalau jawabannya nggak, itu bukan investasi lagi. Itu beban yang lo cuma lupa cara lepasin.
Dan kalau ada hari di mana gue masuk lagi, gue bakal masuk dengan satu prinsip yang setahun terakhir gue belajar: nunggu bukan kalah. Nunggu itu cuma posisi yang nggak keliatan di chart.
Cash itu juga posisi.